News
Merah Putih Ala Hollywood
Selasa 04 Agustus 2009
Jakarta - Saat press screening tanggal 3 Agustus 2009 terlihat wajah kagum dari kalangan wartawan sebagai penonton press screening untuk Film Merah Putih. Selain wartawan, hadir pula para pendukung Film Merah Putih yaitu Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, Zumi Zola, T. Rifnu Wisnu, Rahayu Saraswati, dan Astri Nurdin. Tapi sayang acara ini minus dihadiri oleh sang sutradara Yadi Sugandi.
Tak hanya Decak kagum dari kalangan pers saja bahkan terdengar pula tawa dari mereka karena film bernuansa nasionalis ini ternyata juga terselip komedi segar.
Jeremy Stewart sebagai salah satu produser eksekutif pun memberikan penjelasan. “Film ini merupakan trilogi, sebagai film pertamanya kami memberikan pengenalan terlebih dahulu terhadap para pemain dan jalan cerita, memang ledakan-ledakan dahsyat mungkin tidak sebanyak yang anda kira, tapi kita lihat saja di film kedua dan ketiganya yang saya jamin akan banyak aksi ledakan yang lebih dahsyat dengan taraf Hollywood,” papar Stewart yang juga tengah menyelesaikan film sekuelnya.
Film ini dikatakan ala Holywood karena, orang yang bergerak di belakang layarnya sebagian besar dari luar Indonesia, seperti Special Effect dari Inggris, Adam Howarth (Saving Private Ryan, Black Hawk Down), Koordinator Pemeran Pengganti, Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American), Make Up dan Visual Effect Artist, Rob Trenton (Batman-The Dark Knight), Ahli Persenjataan, John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins : Wolverine), dan Asisten Sutradara Mark Knight (December Boys, Beautiful).
Film ini yang dirilis mulai 13 Agustus 2009 ini menceritakan tentang perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah, MERAH PUTIH bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang harus bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya, untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian. Hapsari/krosceknews.com
Comment
wah..keren tuh kayaknya filmnya, moga moga gak kayak filmnya DEWI PERSIK yang suka umbar aurat dimuka umum....gue dukung film kayak gini...merdeka..
wah..keren tuh kayaknya filmnya, moga moga gak kayak filmnya DEWI PERSIK yang suka umbar aurat dimuka umum....gue dukung film kayak gini...merdeka..
ya benar, saya setuju!! inilah film yang harusnya ditonton


Category News


