BREAKINGNEWS
07/01/10 15.45
Johnny Depp, aktor terfavorit dekade ini...
07/01/10 15.46
Lama vakum, Cinta Laura kembali ke dunia hiburan...
07/01/10 15.47
Carissa PUtri takut menikah karena trauma orang tua bercerai...
07/01/10 15.47
Rihanna berniat loncat ke layar lebar tahun 2010.....
News
Happy Salma Jadi Ikon 'Siti Nurbaya'
Minggu 26 Juli 2009
Jakarta - Terpilih menjadi ikon sebuah novel 'Siti Nurbaya' tergerak untuk meluruskan persepsi yang salah dari cerita klasik Siti Nurbaya .
"Aku mempunyai kesukaan tersendiri terhadap dunia sastra, selain itu dengan jadi ikon Aku juga ingin mengubah distorsi dari Siti Nurbaya. Karena yang dulu dan sekarang berbeda," paparnya saat di temui di Hotel Aryaduta, Jakarta kemarin.
Meskipun senang menjadi ikon 'Siti Nurbaya', tetapi Dalam kehidupan nyata Happy pun mengaku tak ingin mengalami kisah fiksi perempuan asal minang tersebut yang bersuamikan pria bersifat buruk seperti Datuk Maringgih
"Aku tak punya pengalaman seperti seperti itu, lagipula zamannya pun sudah berbeda. Aku juga tidak mau punya suami seperti Datuk Maringgih," katanya.
Happy sangat mencintai dunia sastra, karena rasa cintanya tersebut, kadangkala Happy merasa geram dan prihatin melihat anak Indonesia yang lebih menyukai komik dibandingkan satra.
"Aku prihatin banyak anak Indonesia tak suka sastra, mereka lebih suka novel dan Naruto. Hapsari/krosceknews.com
"Aku mempunyai kesukaan tersendiri terhadap dunia sastra, selain itu dengan jadi ikon Aku juga ingin mengubah distorsi dari Siti Nurbaya. Karena yang dulu dan sekarang berbeda," paparnya saat di temui di Hotel Aryaduta, Jakarta kemarin.
Meskipun senang menjadi ikon 'Siti Nurbaya', tetapi Dalam kehidupan nyata Happy pun mengaku tak ingin mengalami kisah fiksi perempuan asal minang tersebut yang bersuamikan pria bersifat buruk seperti Datuk Maringgih
"Aku tak punya pengalaman seperti seperti itu, lagipula zamannya pun sudah berbeda. Aku juga tidak mau punya suami seperti Datuk Maringgih," katanya.
Happy sangat mencintai dunia sastra, karena rasa cintanya tersebut, kadangkala Happy merasa geram dan prihatin melihat anak Indonesia yang lebih menyukai komik dibandingkan satra.
"Aku prihatin banyak anak Indonesia tak suka sastra, mereka lebih suka novel dan Naruto. Hapsari/krosceknews.com


Category News


