|
Jumat, 23 Maret 2007
Kumpul Kebo ala Artis
JAKARTA - Ramai diberitakan bintang muda, Steve Emmanuel tertangkap basah berciuman dengan artis pendatang baru, Dwi Putratiwi. Terungkap pula kalau hubungan Steve dengan Andi Soraya sudah kandas sejak 3 bulan yang lalu. Dalam kasus tersebut, media luput memberitakan, kalau hubungan Steve Emmanuel dengan Andi Soraya bukanlah hubungan biasa, seperti yang umum dilakukan di Indonesia. Sejoli ini sudah 6 tahun hidup satu rumah seperti suami dan istri, tanpa adanya ikatan pernikahan resmi. Dengan kata lain kumpul kebo. Hubungan Steve dengan Andi ini malah sudah membuahkan seorang putra, Darren Sterling Emmanuel yang sekarang berusia 4 tahun. Tidak ada yang menyoal, kalau apa yang dilakukan Steve dan Andi ini mendobrak tata nilai di Indonesia.
Jadi, lepas apakah Steve dan Dwi melakukan adegan ciuman atau tidak, yang jelas, bagaimana mengukur ciuman yang dilakukan orang yang menganut dan menjalani kumpul kebo? Tentu ciuman yang dilakukan jadi biasa-biasa saja. Lantaran itu, sewaktu ditemui wartawan, Steve santai-santai saja membantah pemberitaan tersebut. Bahkan memberikan jawaban dengan senyum lebar, seolah tanpa beban. Serupa dengan Steve, Dwi pun Kamis (22/3) kemarin menggelar jumpa pers di sebuah café di kawasan Senayan, yang intinya membantah kalau ia berciuman dengan Steve. “Tidak benar, itu cuma gosip,” tukas Dwi.
Dipandang dari sudut mana pun, menjalani kehidupan suami-istri tanpa disahkan hukum pernikahan resmi, jelas tidak baik dan merugikan. Apalagi jika kemudian mempunyai anak. Seperti hasil percintaan Steve dengan Andi. Bagaimana jika si anak akan sekolah? Sebab, anak hasil pernikahan tidak sah, tidak akan mendapatkan akte kelahiran. Saat ini, usia Darren menginjak 4 tahun, dan sudah sekolah di TK. Steve dalam sebuah kesempatan memang mengungkapkan tidak mendapatkan kesulitan. Karena tempat Darren sekarang bersekolah tidak meminta persyaratan akte. Lebih lanjut, Steve dengan enteng mengatakan, nantinya ia akan mencari sekolah yang tidak memerlukan akte kelahiran bagi Darren.
Menoleh ke belakang, Steve Emmanuel pertama bertemu dengan Andi soraya 6 tahun silam. Waktu itu, Andi baru saja bercerai dengan Ahmad Kurnia Wibawa, setelah membuahkan seorang anak, Shawn Andrean. Meski perempuan kelahiran 28 juni 1976 ini lebih tua 6 tahun, Steve oke-oke saja menerima cinta Andi. Bahkan Steve pun tidak mempermasalahkan status kekasihnya yang janda dengan satu anak.
Ketika heboh kelahiran Daren mencuat ke permukaan, setelah sempat menampik, pria peranakan Bandung–Amerika kelahiran Jakarta tahun 1983 ini, mengakui kalau Darren merupakan darah dagingnya. Itu merupakan sebuah pengakuan cukup berani mengingat Andi Soraya dan Steve tidak pernah menikah secara resmi. Sebelumnya, kepada media, baik Steve dan Andi malah pernah mengatakan bahwa legalitas perkawinan tidak terlalu penting bagi mereka. Sebuah pandangan yang tidak lumrah di masyarakat kita. Karena itu menurut ulama, Usman Umar Shihab, orang kumpul kebo patut dipergunjingkan. Sedangkan konsultan perkawinan, Dadang Hawari menganggap kumpul kebo melecehkan lembaga perkawinan.
Hidup di kota metropolitan, dengan masyarakat yang serba permisif dalam banyak hal, dan lebih mementingkan urusan masing-masing, kadang menguntungkan, tapi bisa juga bikin susah. Mereka yang merasa direpotkan dengan legalitas perkawinan, atau trauma dengan kegagalan pernikahan sebelumnya, bukan tidak mungkin memilih hidup serumah tanpa ikatan, alias “samenleven” atawa kumpul kebo. Dari yang sembunyi-sembunyi, hingga terang-terangan di muka umum. Di kalangan artis, kecenderungan itu makin kelihatan, setelah pasangan Andi Soraya dan Steve Emmanuel, secara terus terang mengaku kepada wartawan, bahwa mereka kumpul kebo, sejak beberapa tahun silam. Pasangan Sophia Latjuba dengan Michael Villareal pernah pula menganut pola tersebut. Pasangan ini baru meresmikan dalam sebuah ikatan pernikahan setelah Sophia diketahui hamil.
Andi dengan Steve, sebenarnya, bukan tidak punya niat untuk menikah secara resmi. Namun, perbedaan agama diantara Andi dan Steve, sempat disebut-sebut sebagai ganjalan utama pernikahan mereka. Tapi, bukan tidak mungkin karena faktor kebuleannya itu, Steve lebih memilih hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, dan lebih tidak peduli pada omongan orang lain. Di luar negeri hidup tanpa ikatan perkawinan, memang sudah menjadi gejala umum dalam masyarakat. Pemicunya bisa macam-macam. Di masyarakat kita, gejala tersebut bukannya tidak ada. Penyebabnya bisa karena trauma dengan perkawinan sebelumnya, atau merasa repot dengan legalitas perkawinan, tetapi juga lantaran tak punya biaya untuk menikah secara resmi. Kasus terakhir ini banyak dialami oleh pasangan dari kalangan pemulung. Namun, apakah mereka yang dari kalangan artis, yang terbiasa hidup mewah, bisa merinci untung ruginya hidup tanpa ikatan pernikahan?
Tayang Kroscek, 23 Maret 07.
Arsip Berita Terkini
|
|

|